Hello Travellers!. Tahun baru sudah dekat artinya waktunya berliburrr. Liburan tidak lengkap rasanya jika tidak memiliki smartphone canggih yang akan memudahkan kita di dalam setiap perjalanan. Canggihnya suatu smartphone tidak hanya sekedar memiliki fitur teknologi finger print untuk keamanan pengguna tapi lebih dari sekedar itu. 

Dapat melakukan fast charging hanya 5 menit tetapi bisa melakukan 2 jam panggilan telepon. Dan memiliki kapasitas baterai yang lebih besar. Kebayang gak sih waktu liburan, kamu menghabiskan banyak daya baterai dengan mengambil gambar atau video dan menggunakan sebagiannya untuk mengakses internet padahal untuk isi ulang baterai perlu waktu ber jam-jam? wahhh bisa terbuang waktu kamu hanya untuk menunggu baterai smartphone kamu terisi separuhnya. 

Untuk itu tidak salahnya smartphone juga perlu menjadi pertimbangan untuk kamu yang ingin pergi berlibur. Dengan smartphone OPPO R7s liburan kamu akan sangat menyenangkan. OPPO R7s hadir untuk menjawab masalah Travellers yang mengeluhkan baterai cepat habis, waktu pengisian baterai yang cukup lama hanya untuk mengisi baterai separuhnya. Banyak lagi kelebihan yang ditawarkan oleh OPPO R7s.

Berikut adalah 7 alasan kenapa OPPO R7s smartphone baru yang pas buat kamu.

1. Lebih Besar dan Tangguh


Baterai dengan kapasitas 3070 mAh yang tahan sepanjang hari menjawab semua kelebihan yang ditawarkan oleh OPPO R7s. VOOC Flash Charge membantu pengguna untuk dapat melakukan isi ulang baterai secepat kilat. 30 menit dapat mengisi baterai hingga 75% memudahkan pengguna selagi bersiap-siap

2. RAM 4GB di formulasikan untuk kebebasan kamu.



Traveloka, Tripadvisor, Google Maps, Waze, Couchsurfing, Googles, Hotels.com, Forsquare, adalah aplikasi yang ada di PlayStore standar yang dimiliki oleh Travellers. Jika beberapa dari aplikasi ini sudah membuat smartphone kamu menjadi lelet. Sepertinya sudah waktunya kamu untuk upgrading smartphone kamu ke yang lebih baru. OPPO R7s melengkapi smartphone keluaran terbarunya dengan kemampuan RAM 4GB. Dengan RAM yang besar ini OPPO R7s berupaya memberikan yang terbaik bagi penggunanya. Kamu tidak perlu lagi galau memutuskan aplikasi mana yang akan kamu hapus karena keterbatasan kapasitas memori. 

3. User interface dengan ColorOS 2.1


Apa yang lebih memikat pengguna dari sekedar tampak luar?. Ialah tampilan muka dari smartphone itu sendiri yang menjadi jawaban untuk membuat pengguna betah dengan smartphone yang mereka gunakan. kerapian dari menu dan ikon-ikon yang ada menjadi prioritas OPPO R7s. Menggunakan nama ColorOS 2.1 OPPO menjadi pelopor user interface The Best User Experience Smartphone di ajang IGRA (Indonesian Golden Ring Award) yang diselenggarakan pada bulan November lalu.

4. Pembersihan cepat 


OPPO R7s memberikan fitur yang dapat menghapus file sampah dari aplikasi yang dijalankan. Kamu tidak perlu lagi menginstal aplikasi pihak ketiga untuk melakukan perawatan terhadap memori kamu yang dipenuhi oleh file sampah.

5. Dual Sim 4G


Satu kartu khusus untuk internet, satunya lagi untuk menerima telpon. Dua hal ini adalah standar untuk mereka yang menginginkan dua pilihan sekaligus. Tidak perlu ribet di perjalanan dengan membawa dua buah gadget sekaligus. Ini adalah pilihan yang terbaik agar tak terusik.

6. Kualitas gambar ultra HD


Liburan tak lepas dari kegiatan untuk menunjukan eksistensi atau sekedar menikmati alam dan mengabadikannya. OPPO R7s muncul dengan fitur yang memanjakan pengguna bagaimana sebuah smartphone dapat mengabadikan moment sebaik mungkin. Beauty 3.0 aplikasi yang diperuntukan untuk kamu yang hobby selfie telah disematkan pada OPPO R7s. Beragam filter, seperti Exposure, UltraHD, kemampuan pengambilan gambar dengan definisi tinggi akan mengurangi noise atau kaburnya foto selfie kamu. Kamera belakang 13MP dan kamera depan 8MP memberikan pengalaman fotografi yang sangat memuaskan untuk kamu ketika liburan.

7. Layar Gesture


Apakah kamu terburu-buru di perjalanan? Membutuhkan 3 kali tahapan untuk dapat membuka aplikasi yang di inginkan? Terlalu ribet untuk mobilitas masa kini. Sekarang dengan fitur off-screen gesture dari OPPO R7s kamu tidak butuh lagi hal-hal yang rumit untuk membuka aplikasi yang kamu butuhkan. Dalam keadaan layar smartphone mati kamu tetap dapat membuka aplikasi dengan melakukan gesture di layar. Misalnya kamu ingin membuka aplikasi Waze, kamu hanya menuliskan huruf "W" dilayar dan akan langsung menuju aplikasi yang di inginkan. (Diperlukan kostumisasi sebelum mengaktifkannya).


Untuk lebih lanjutnya silahkan lihat video unboxing OPPO R7s dan di situs resminya http://www.oppo.com/id/smartphone-r7s. Temukan duniamu dengan OPPO R7s #AllAboutFlash



SPESIFIKASI SMARTPHONE OPPO R7s


WarnaGold , Rose Gold
Kartu SimDual SIM
Ukuran (P x L x T)151.8 x 75.4 x 7 mm
Berat155 g
Tipe LayarAMOLED Capacitive Touchscreen, 16 Juta Warna
TouchScreen
Multi-touch, Capacitive Screen, Gorilla Glass 4
Mendukung Penggunaan Sarung Tangan dan Sentuhan Layar Basah
Ukuran Layar5.5 inches, 1080 x 1920 pixels (~401 ppi pixel density) + Corning Gorilla Glass 3
MemoriInternal 32 GB, MicroSD, Up to 128 GB ( Uses SIM 2 Slot)
Ram4 GB 
Sistem OperasiAndroid OS, v5.1 (Lollipop)
ProcessorQualcomm MSM8939 Snapdragon 615, Quad-core 1.5 GHz Cortex-A53 & quad-core 1.0 GHz Cortex-A53
GPUAdreno 405
Kecepatan InternetHSPA, LTE Cat4 150/50 Mbps
KonektivitasWi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, WiFi Direct, Bluetooth v4.0, Port MicroUSB v2.0, USB Host,  Hotspot Tethering
NavigasiA-GPS, GLONASS
Kamera Depan8 Mega Pixel
Kamera Belakang13 MP, 4128 x 3096 pixels, phase detection autofocus, LED Flash, Video 1080p@30fps
BateraiBaterai 3070 mAh Li-Po ( UnRemovable)
Fitur CanggihVOOC Flash Charging, Color OS 2.1
Sensor
- Sensor Jarak
- Sensor Cahaya
- G-sensor
- E - Compass
Isi Box
- In-ear type earphones
- Kabel Micro USB
- VOOC Flash Charger mini
- Pendorong SIM Card
- Documentation ( Panduan Penggunaan )
- Case



Gamcheon Culture Village, Busan, South Korea.

Tempat yang sangat cantik. Rumah-rumahnya dicat warna-warni, gak cuman warna tapi gambar-gambar lucu. Banyak spot foto bagus di sini. Dan orang-orangnya ramah-ramah

Saya pergi berenam dengan teman-teman saya. Tujuan di Korea Selatan kami bagi dua; Busan dan Seoul. Sebelum membahas cerita tentang tempat-tempat yang saya kunjungi, saya berikan sedikit masukan untuk persiapannya. ‪

‪#‎Persiapan‬
1. Visa dan paspor Persyaratan visa Korea tidak terlalu sulit menurut saya, yang dibutuhkan antara lain: tiket pesawat pp, bookingan tempat menginap, itinerary, tabungan 3 bulan terakhir dalam bentuk rekening koran, paspor, dan foto. Kebetulan saya mengurus visa melalui kantor saya, jadi tidak terlalu sulit prosesnya.

2. Bekal makanan Untuk urusan makanan, kemarin kami tidak bisa dibilang backpacker ya. Kami membawa rendang, nugget, kering tempe, kering kentang, abon, sosis, mie instan, dan beras. Iya, beras saudara-saudara, lengkap dengan rice cookernya! Agak sedikit memakan waktu sih, karena jadinya terlalu menikmati makannya, berasa udah kayak di rumah sendiri hahaha. Kalau ingin gerak cepat sih, bawa mie instan aja cukup.

3. Penginapan Selama di Busan dan Seoul kemarin, kami menginap di 3 apartemen yang berbeda via Airbnb. Kenapa 3? Karena kemarin kami terpaksa harus berangkat lebih awal dari rencana semula dan mencari tempat menginap tambahan.
 a. Haeundae Beach Henry’s Loft 4 Beds di Busan Henry ini host yang baik, bolehin check out late dan peralatan yang disediakan di apartemennya cukup lengkap, bahkan ada rice cooker dong! Cukup dekat dengan Haeundae Beach, lumayan jalan kakinya sambil menikmati suasana Busan. https://www.airbnb.com/rooms/6022813.
b. Steve’s apartment di Busan Satu apartement dengan Henry, beda lantai aja. Gak selengkap Henry, tapi ya ada harga ada barang sih. Kalau cuman menginap sehari/2 hari di Busan, cukup recommended soalnya murah kalau dibagi berenam biaya inapnya. Steve juga sangat baik mengijinkan kami late check out.
c. Maya’s apartment di Seoul What can I say yah? She’s the best host out of the three! Apartemennya dekat dengan Hapjeong Station. Dia kasih kita kue dan minuman, portable wifi, apartemen bersih, pokoknya the best! Terharunya, dia bolehin kami super early check in :') Recommended buat yang cari tempat menginap untuk berenam! https://www.airbnb.com/rooms/5693266
Palm Trees in Nami Island.

Pulau yang cantik, sayang saat saya ke sini masih belum keliatan musim gugurnya. :') Bagi penggemar Winter Sonata, bisa nostalgia di sini loooh

4. Tiket ITX to Nami Island Jadi, untuk pergi ke Nami Island, kita bisa berangkat dari Cheongyangni Station dengan ITX lalu turun di Gapyeong station yang dilanjut dengan shuttle busnya. Cara ini bisa menghemat waktu. Nah, untuk ke Nami Island kita naik ITX biar cepet. Kenapa harus booking online? Karena menurut referensi yang saya baca, mesin tiketnya belum ada pilihan bahasa inggrisnya, jadi agak susah kalau mau beli on the spot. (Ternyata bisa beli on the spot ada menu englishnya. Tapi kalo group mending beli online biar duduknya deketan) Bookingnya mudah kok, cukup buka letskorail.com. Pilih Rail Tickets ya, bukan KR Pass. Berangkatnya dari Cheongyangni Station ke Gapyeong Station, kamu bisa atur jamnya, sesuaiin juga dengan jadwal tour bus di Nami.

5. Salep pereda nyeri Karakter tempat-tempat wisata di Korea Selatan ini cukup menantang ya, ada yang mendaki gunung lewati lembah macam Hatori haha Salep pereda nyeri ini cukup membantu, cukup oleskan saat mau tidur, besok kaki anda akan fit kembali untuk menjelajah Korea Selatan! *halah*
Gyeongbokgung Palace.

Menurut saya, tempat ini merupakan palace yang paling terkenal di Korea Selatan. Jadi kalau punya waktu singkat dan ingin mengunjungi tempat dengan nuansa jaman dulu, Gyeongbokgung Palace jadi pilihan yang tepat. Mudah dijangkau, cukup keluar dari Gyeongbokgung Station

‪#‎INCHEON‬
1. Incheon International Airport
a. Menurut saya, sistem imigrasi di sini tidak terlalu ketat. Setelah mengisi form imigrasi yang diberikan, kami cuman disuruh sidik jari sambil ditanya traveling dengan siapa. Rendang kami lolos-lolos aja dong. Entah karena emang gapapa bawa gituan atau kami yang emang lagi hoki hehe. Makanan kami taruh bagasi waktu itu, yang sebelumnya sudah kami packaging dengan ratusan lapisan macam iklan wafer itu *mulai lebay*
b. Beli tiket bus ke Busan. Mudah kok carinya, sebelum pintu keluar 10, ada tempat untuk menjual tiket bus ke Busan. Harganya 41800 krw. Ingat ya, bus nya sangat on time! Di jadwal kami berangkat pukul 11.40, 11.35 bis sudah datang, 11.39 kami berangkat! Bisnya sangat nyaman, rasanya gak pengen turun pas nyampe Busan. tongue emoticon
c. Beli T-Money di 711/semacamnya Kami beli T-Money seharga 4000krw dan topup 30000krw. Kalau yang ingin pergi ke Busan selama beberapa hari, harap top-up T-Money agak lebih ya, karena sebenarnya Busan sendiri punya kartunya sendiri. T-Money tetap bisa digunakan di Busan, tapi gak bisa topup di sana, jadi jangan sampai kehabisan saldo selama di Busan ya! ‪

#‎BUSAN‬
2. Terminal bis di Busan terletak di Nopo-dong Station ya, itu ujung banget. Jadi ke tempat penginapan masih sekitar 30-45 menit lagi. Ada tourist centre di sini, jangan kuatir! Jangan takut nyasar di subway Busan ataupun Seoul ya, karena petunjuk yang mereka buat sudah cukup jelas dan dalam bahasa inggris!

Catatan: Kamu akan ke terminal bis ini lagi saat akan lanjut ke Seoul. Kalau bingung mau pesen tiketnya gimana, tinggal minta tolong ke unni2 di tourist centre. Nanti dia bakal nulisin di kertas kamu mau beli tiket berapa dan kemana, nanti kertas itu tinggal kita kasih ke loket pembelian tiket ke Seoulnya. Gampang kan? Busan-Seoul seharga 23000krw kalo gak salah.

3. Haeundae Beach Kami sengaja pilih apartemen yang dekat dengan pantai, jadi kami cukup jalan kaki aja kalau ingin ke pantai. Sebenarnya masih lebih cakep pantai-pantai di Indonesia kok, tapi belum ke Busan namanya kalau gak ke pantai Haeundae ini. Pantai ini cukup sering dipakai untuk acara-acara TV Korea.

4. Jagalchi Market Tempat yang bagus buat hunting seafood! Puterin aja gang-gang di daerah Jagalchi ini. Karena kami gak bisa makan pork, jadi agak sulit emang milihnya. Alhamdulillah nemu seafood resto, 36000krw buat berenam. Kenyang!

5. Gamcheon Culture Village Siapin energy ya karena karakteristik jalannya yang ada di bukit dan menanjak. Pakai sport shoes lebih baik.

6. Nampo-dong Underground Shopping Centre Mampir ke sini karena katanya sih murah-murah. Kenyataannya sih biasa aja waktu kami puterin. Apa lagi gak diskon kali ya saat itu? Cuman ada satu toko baju yang recommended, tokonya di pojokan gitu, keliatan rame kok begitu kita exit dari subway. Untuk kaoskaki, saya sempet liat ada yang jual seharga 500krw di sini. Yang paling murah yang saya temuin, soalnya di tempat lain bahkan di Seoul, umumnya dijual seharga 1000krw per pieces. Kalau tas, mending di Insadong aja ya. Ada toko yang jual all bags @ 10000krw. Mau ransel, tas slempang, tas pesta, semua sama harganya. Inget, di Insadong aja belinya! *emak-emak mode on*

7. Gwangan Bridge & Gwangalli Beach Tempat yang pas didatangin pas malem, kamu bisa liat warna-warni Gwangan Bridge dari Gwangalli Beach. ‪

#‎SEOUL‬
8. Gyeongbokgung Palace, Gwanghwamun Square, Cheonggyecheon Stream Semua bisa ditempuh dengan jalan kaki, jadi kalau bikin itin, gabungin 3 tempat ini di hari yang sama.

9. Myeongdong GUDANGNYA MAKEUP! BORONG MAKEUP-NYA GIRRRLSSSS! *CAPSLOCK JEBOL *DOMPET JUGA JEBOL 

10. Nami Island Ada rejeki anak sholehah di sini. Jadiiiii, seharusnya tiket ITX yang sudah kami booking sebelumnya via internet, harus ditukarkan dengan tiket asli dan menunjukkan kartu kredit saat di Cheongyangni Stationnya. Tapi rejeki kami mungkin ya, oppa-oppa KORAIL CENTRE yang kami temui gak terlalu bisa bahasa inggris, dan kami disuruh masuk aja ke ITX nya. Kami dapat tempat duduknya yang kecil gitu, dan pas ada unni2 meriksa tiket, kami dengan polosnya cuman nunjukin print2an tiket bookingan. Sebenernya kami tau kami gakboleh naik, cuman ya karena disuruh masa kami nolak sih *alibi* Nah, unni2nya ini kayaknya gak mau ribet, akhirnya membiarkan kami naik *yaiyalah, masa kami dilempar keluar ITX? HAHA

Sesampainya di Gapyeong station, kami ke Korail Centre untuk menukarkan bookingan kami dengan tiket asli. Sayangnya (?), Oppa2 di sini ngerti, jadi deh kami dapat tiket pulang asli (gak seperti berangkatnya) Pas tagihan CC datang, sudah kami duga kami hanya dicharge untuk biaya no shows-up pas berangkatnya, karena kami emang gak pernah nukerin tiket berangkatnya. Lumayan lah, fee nya kecil.

Jadi, mungkin yang berminat perlu nyoba pasang tampang polos kayak kami!. Dari Gapyeong Station, jalan ke area parkir sebelah kanan, udah ada tempat menunggu bis. Nanti turun di tempat penyebrangan ferry ke Nami Island.
Hanbok in Bukchon Museum.

Jadi karena jadwal saya dan teman-teman yang singkat, dan kami bingung mau nyoba Hanbok dimana karena gak ada waktu buat nyari, eh gak sengaja ketemu tempat ini sewaktu di Bukchon Hanok Village. Mahal sih, per orangnya kena 10000krw. Tapi menurut saya pas sih, karena banyak pilihan warnanya, ibu-ibunya pun ramah ke kami. Kami diberi waktu 30menit untuk menikmati Hanbok ini, boleh dipake jalan-jalan keluar loh, tapi jangan dibawa kabur *lol

 11. Bukchon Hanok Village Olahraga macam Hatori lagi! Tapi worth it bingits! Sempet nyobain Hanbok selama 30menit di Bukchon Museum nya! 10000krw per orang.

12. Insadong Pusatnya oleh-oleh! Kemarin kami ke toko yang penjualnya bisa bahasa Indonesia saking seringnya orang Indonesia ke sana

13. Namsan Seoul Tower Ngeliatin couple-couple masangin gembok cinta.
Note:
1. Hanbok Sebenarnya ada tempat-tempat yang menyewakan hanbok secara gratis, tapi karena memang kami di Seoul hanya 3 hari, jadi kami tidak punya waktu banyak. Pas di Bukchon gak sengaja nemu tempat yang nyewain Hanbok. Meskipun mahal, tapi kapan lagi pakai Hanbok di negara aslinya?^^
2. Banana Milk Dapat dengan mudah dibeli di toko semacam 711 seharga 1300krw. Kalau ke supermarket, biasanya menjual lebih murah per 4botol.
3. Transportasi balik ke Incheon Kemarin kami pilih balik ke Incheon via airport bus. Kalau ga salah ingat, cuman 10000krw.
4. Download aplikasi Subway Korea milik Malang (bisa digunakan di Seoul dan Busan) dan Maps Me untuk offline map. Jadi meskipun data internet kita ga aktif, meminimalisie untuk nyasar.

Sekian sharing pengalaman saya di Korea Selatan. Kalau ada yang ingat, nanti saya tambahkan. Untuk lebih lengkapnya, ada di itinerary saya, bagi yang berminat boleh komen nanti saya kirim via email. Keliatan banget ya udah capek nulis, haha. Insya Allah akan saya post lengkapnya di blog saya nanti. Yang pasti, masih pengen ke Korea Selatan lagi. Masih banyak tempat yang ingin saya datangi. Semoga diberikan rejeki lagi untuk mengunjungi Negara yang cantik ini lagi.


Sumber: Rachma Indah Lestari > BDGroup
Floating iceberg (pecahan es) dari Grey Glacier yang mengapung dan bergerak ke tepain danau / Lago Grey yang jaraknya sekitar 20km dari area glacier

Perjalanan kali ini masih terinspirasi dengan ekspedisi kapal HMS Beagle yang diawaki Charles Darwin bersama kapten Robert FitzRoy. Setelah sebelumnya kami menjelajah gugusan kepulauan Galapagos, kali ini perjalanan kami lanjutkan bablas ke ujung selatan daratan South America, Patagonia. Konon katanya Darwin sampai meluangkan waktu lebih lama singgah di wilayah ini karena saking terpesonanya dengan keunikan alam dan flora faunanya.

Tapi tolong bung dan nona jangan membayangkan perjalanan ini se-heroik ekspedisi Darwin tadi, misi kami tidaklah lebih dari mewujudkan impian ber-happy feet dancing bersama King Penguins dan berfoto narsis di depan southern patagonian ice field (tanpa pose bibir dimonyongin tentunya). Jadi jangan tanya catatan penting apalagi journal ilmiah dari perjalanan ini. :)

Wilayah Patagonia sendiri masuk bagian Chile dan Argentina yang membentang dari bagian selatan pegunungan Andes sampai ke ujung selatan daratan South America yang merupakan gerbang masuk menuju Antartica. Daerah Patagonia yang kami jelajahi kali ini sendiri meliputi tiga provinsi yaitu Magallanes, Tierra del Fuego dan Ultima Esperanza. Ketiga provinsi tersebut masuk wilayah Magallanes and Chilean Antarctica Region, Chile.
Pelabuhan penyeberangan selat Strait of Magellan yang menghubungkan mainland ke Tierra del Fuego.


Hari pertama, kami mendarat di Punta Arena, sebuah kota pelabuhan yang tidak cukup besar tapi lumayan modern. Punta Arenas merupakan starting point yang pas untuk meng-explore Patagonia karena ibu kota provinsi Magallanes ini berada di antara Tierra del Fuego dan Ultima Esperanza. Target pertama kami setelah mendarat di kota ini adalah mengunjungi koloni ribuan Magellan Penguins di Pulau Magdalena, sebuah pulau kecil di Strait of Magellan. Katanya ada lebih dari 100ribu magellan penguins yang setiap bulan October sampai April bermigrasi ke pulau ini. 

Tapi sayang rencana kami harus gagal karena ternyata musim migrasi penguins tahun ini mundur dari biasanya. Alhasil kamipun terpaksa merombak itinerary, memanfaatkan hari pertama untuk city sightseeing dan mengunjungi beberapa bangunan bersejarah seperti benteng tua Fuerte Bulnes, dan beberapa bangunan tua di downtown. Sebuah pilihan itinerary dadakan yang tidak jelek, namun tetap tidak seindah impian kami berinteraksi dan berselfie dengan ribuan magellans penguins di pulau Magdalena tadi. 

Dan sayangnya pula dari informasi yang kami dapat, migrasi penguins tahun ini kemungkinan baru mulai akhir bulan Oktober.
“And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” ― Paulo Coelho, The Alchemist
Sebuah harapan baru muncul ketika kenalan baru kami, Marisol, si pemilik hostel Magallanes tempat kami menginap mengabarkan bahwa ada koloni King Penguins di wilayah Tierra del Fuego yg bisa dikunjungi, tapi kami harus menempuh total perjalanan pulang pergi sekitar 15 jam. 

Setelah membaca, menimbang dan memusyawarahkan akhirnya kami putuskan utk mendatangi koloni king penguins tadi. Jadilah kami menyusuri jalan panjang ke arah selatan melalui jalur Ruta del Fin del Mundo, End of the World route alias jalur menuju ujung dunia (saya masih penasaran siapa yang ngasih nama jalur ini) ke wilayah Tierra del Fuego (Land of Fire). Pemandangan sepanjang jalur ini didominasi padang rumput dan sabana maha luas tanpa kelihatan ujungnya yang sesekali diselingi rumah-rumah estancia tua atau ranch beserta kawanan domba atau sapi yang hidup bebas tanpa penjagaan. 
Bangkai kapal tua di Ruta del Fin del Mundo. Sepanjang jalur menuju Tierra del Fuego banyak dijumpai bangunan-bangunan tua atau rongsokan kapal yang sudah ditinggalkan.

Enam jam perjalanan menyusuri ruta del fin del mundo dan menyeberang selat Strait of Magellan berlalu, akhirnya sampailah kami di Parque Pinguino Rey… Semua capek serasa hilang seketika begitu kami tiba dan disambut cewek muda hispanic cantik dengan muka khas Chile yang jadi ranger sekaligus interpreter di area ini (duh Gusti…dan di ujung dunia dengan jumlah manusia yang tidak lebih dari hafalan angka anak TK ini pun masih bisa ketemu cewek cakep… welkom to Chile!). 

Eh maap…maksud saya semua capek kami serasa hilang seketika begitu kami tiba2 dihadapkan pada pemandangan kawanan king penguins dengan riuh ramai suaranya. Jenis penguins setinggi 1.2 meter dengan bulu paduan warna hitam putih dan kuning ini normalnya hidup berkoloni di sub antartica, tapi entah kenapa koloni kecil yang tidak lebih dari 100 ekor ini nyasar sampai di tempat ini. Jadilah kami berkesempatan ber happy feet dancing dengan mereka tanpa harus ikut cruise ke Antartika yang harga paketnya super naudzubilah itu. Tidak lebih dari dua jam kami menikmati waktu bersama koloni king penguins ini…dan selebihnya kami pun harus balik lagi ke arah utara, tentunya dengan 6 jam pula, dengan pegal2 baru pula…
Koloni King Penguins di Parque Pinguino Rey, Tierra del Fuego, Cile. King Penguin merupakan jenis penguins dengan ukuran sekitar 1.2 meter dengan warna bulu kombinasi hitam, putih dan kuning. Normalnya koloni king penguins tinggal di pulau-pulau terpencil wilayah subantartika


Setelah skip sehari menghilangkan semua pegal linu yang kami dapat dari perjalanan panjang menyusuri ruta del fin del mundo, perjalanan kami lanjut ke arah utara… Puerto Natales, provinsi Ultima Esperanza. Ultima Esperanza sendiri secara harfiah berarti Last Hope, harapan terakhir, mentok, buntu. Konon katanya nama ini diambil dari cerita tragis sebuah expedisi pada abad ke 16 yang tidak bisa menemukan jalur ke arah barat menuju samudra pasific dan akhirnya mentok dan tinggal menetap di tempat ini. 
Floating iceberg (pecahan es) dari Grey Glacier yang mengapung dan bergerak ke tepain danau / Lago Grey yang jaraknya sekitar 20km dari area glacier


Puerto Natales adalah kota kecil tempat transit kami menuju puncak itinerary perjalanan kali ini, Torres del Paine National Park. Sebuah taman nasional seluas 242ribu hectares yang meliputi gunung, glaciers, danau, stepa, sungai dan flora fauna endemiknya. 
Torres del Paine National Park. Taman Nasional yang meliputi gunung, glacier, danau dan sungai di wilayah selatan Patagonia Chile. Torres dalam bahasa spanyol berarti Tower atau menara sementara Paine dalam bahasa native Aonikenk berarti biru.


Tempat dengan puncak batu granit massif yang mirip tanduk yang diselimuti salju abadi ini boleh dibilang surganya para adventurer, trekker dan backpacker (nilai 9 dari skala 10 menurut review kami…. Satu point minus karena ketidaktersediaan warung angkringan beserta teh jahe angetnya). 


Ada beberapa jalur trekking panjang seperti W circuit dengan durasi waktu 5 hari atau Big O Circuit yang berdurasi 9 hari yang bisa dijelajahi untuk menikmati setiap sudut taman nasional ini. Dan sebagai alternative ada beberapa mini trekking route dengan durasi satu sampai tiga jam yang cocok untuk pengunjung tipe family seperti kami ini.
Torres del Paine National Park. Taman Nasional yang meliputi gunung, glacier, danau dan sungai di wilayah selatan Patagonia Chile. Torres dalam bahasa spanyol berarti Tower atau menara sementara Paine dalam bahasa native Aonikenk berarti biru.

Tantangan terbesar bagi pengunjung Torres del Paine adalah cuaca, udara dingin dan angin yang super kencang. Dan kami sendiripun kemarin sempat menunda jadwal perjalanan ke sana karena mempertimbangkan cuaca hujan lebat dan angin kencang. Sembari menunggu cuaca di wilayah Torres del Painie membaik, beruntung kami berkenalan dengan warga lokal yang akhirnya membawa kami ke estancia/ranch Puerto Consuelo di dekat Puerto Natales. 
Grey Glacier, merupakan bagian dari Southern Patagonian Ice Field yang membentang di wilayah selatan Chile dan Argentina. Grey glacier sendiri memeliki luasan sekitar 270 km2 dengan ketinggian sekitar 40 meters.

Jadilah kami mendapat moment spesial bercengkerama dan berbagi makan siang bersama el Gaucho (sebutan untuk patagonian cowboy), menikmati aktivitas keseharian mereka bersama puluhan kuda, anjing-anjing penjaga dan ratusan sapi di padang rumput pinggir Eberhard Fiord.

Cuaca membaik, sehari kemudian kami putuskan berangkat menuju Torres del Paine dengan kendaraan tour agent yang berangkat dari Puerto Natales. Setidaknya butuh tiga jam perjalanan dari Puerto Natales menuju destinasi kami ke Lago Grey, tempat memulai navigation Grey Glacier sebagai puncak perjalanan kami, sebuah navigasi dengan kapal kecil untuk mendekat ke Southern Patagonian Ice Field, sebuah gugusan glaciers seluas 270 km2 dengan tinggi menjulang sekitar 40 meters. 
Navigation Grey Glacier. Navigasi mendekati Grey Glacier yang dikelola oleh Hosteria Lago Grey ini hanya di buka selama spring dan Summer Season (Oct – Apr)

Navigasi yang dikelola oleh Hosteria Grey ini semacam must to do list bagi pengunjung Torres del Paine. Kapan lagi coba kita bisa berada dekat dengan glaciers beserta bongkahan2 icebergs gitu tanpa harus ke ujung sub antartica atau ke arctic di utara sana. Singkat cerita (karena jari saya sudah mulai kelu ngetik kata2) perjalanan ke Torres del Paine ini kami lengkapi dengan trekking ke beberapa overlook points, danau, laguna dan beberapa spot stepa di pinggiran danau tempat beberapa fauna seperti vicunas, guanaco dan Andean deers hidup bergerombol, bercengkerama dan menikmati indahnya dunia (begitu damai, gak ada yang mengumpat2 apalagi memaki-maki presidennya).
Kawanan vicunas di Torres del Paine National Park ini mudah ditemui di stepa2 pinggiran danau.
Ah sudahlah…gitu dulu ya ceritanya. Muchas gracias y hasta luego!


Sumber: Parjianto Wihardjo > BDGroup
Penampakan depan hostel, sebelum jadi Piece Hostel ternyata bangunan ini dulunya penginapan bergaya Ryokan

Namanya Piece Hostel Sanjo, dekat dengan subway st Sanjo-Keihan atau hankyu line Kawaramachi station. Kalo mau cari makan juga gampang soalnya dekat Nishiki Market dan Teramachi shopping street. Mau naik bus juga tinggal jalan ke halte bus di Kawaramachi.
Ini bed di dorm saya kemarin, kasurnya ala-ala Nobita (digelar gitu) tapi nyaman dan empuk. Udah ga perlu repot-repot setting up bed, karena di beberapa hostel lain, kita sampe harus pasang bed sheet sama sarung selimut dulu

===PENTING===
buat yang ga bawa universal adaptor bisa pake usb connector aja, itu yang dicolokan ujung ada 2 usb connectornya, kemarin lumayan bgt jadi bisa ngecharge powerbank tanpa gantian ujung colokan sama charging HP

Salah satu pilihan sarapan, banyak banget pilihan pastry-nya. Kemarin sempat bawa bekal juga buat makan dijalan. Yang paling worth it sih nasi dibumbuinnya, setiap hari ada 2 macam Wakana rice (ini kayaknya dikasih taburan seaweed asin) sama spicy rice
Pilihan kamarnya banyak, dari mulai 4beds dorm sampai 10beds dorm, ada yang mixed ada yang female dorm. Untuk family juga ada family room yang cukup untuk 6 orang (4bunk beds + sofa couch yang bisa buat ber2).
Shower roomnya perkabin, ada space kering buat taruh barang-barang

Semua toiletnya pake washlet dengan tombol-tombol canggih khas Jepang
Ini dressing room dekat dengan shower rooms, disediakan hair dryer juga
Interiornya Stylish dan Modern, setiap lantai ada toilet terpisah untuk cowo dan cewe. Shower rooms, laundry room dan dressing room ada di lantai basement. Common roomnya cozy banget, jadi satu areal sama kitchen dan teras. Harga dormnya start 2800 yen per orang, sudah termasuk Sarapan (ini sarapannya gila banget, banyak pilihan dari pastries, salad potato, miso soup sama nasi dibumbuin), free wifi, free handuk (kalo mau ganti handuk juga bisa, tinggal bawa handuk yg mau diganti ke resepsionis nanti diganti yang baru).
Ini kamar dormnya, yang sebelah kanan itu locker buat tiap-tiap tamu sesuai dengan nomor bednya. Lokernya tidak terlalu besar hanya dapat menampung daily backpack
Nah untuk bantal juga bisa milih, deafultnya dikasih 1 bantal di dorm, tapi di depan kamar dekat lift ada rak isi bantal-bantal yang bisa dipilih (ada bantal yg empuk banget hingga agak sedikit keras, *ssttt* saya sampe ambil 2 bantal)
Ini si rak bantal yang bebas diambil, heheheh yang paling kiri bantal yang empuk dan semakin ke kanan bantalnya lebih keras

laci yang di bawahnya itu tempat penyimpanan sendal hostel, selama di sana bisa dipake dan kalo udah selesai tinggal simpan di keranjang sebelahnya




Lokasi:


Sumber: Meidiana Kusuma Wardhani > BDGroup
Promo AirAsia

1. Karena pasti banyak yang buka situs Air Asia (AA) pasti sering kena waiting / time out? kalau begini salah satu alternatif pake mobile AA lewat smartphone untuk mendapatkan penawaran terbaik Anda.

2. Buat Kartu Kredit CIMB NIAGA khusus AIR ASIA karena akan mendapat prioritas 24 jam pertama saat adanya promo jadi seat nya masih banyak. Atau klu tidak ada KK bisa daftar jadi anggota BIG MEMBER nya ini jg prioritas setalah KK kq.

3. Rencanakan perjalanan Anda di depan
Sangat baik jika Anda memiliki sejumlah rencana. Jadi, ketika rencana A gagal, Anda bisa langsung pergi ke rencana B, dan seterusnya. Jika punya alternatif, peluangnya lebih besar, bukan?

4. Pastikan semua Nama Lengkap penumpang dan Tanggal Lahirnya siap untuk proses pembelian cepat.
Bahkan, Anda dapat mengisi lebih dulu rincian teman perjalanan favorit pada kolom ‘Keluarga & Teman Saya’ di PROFIL SAYA untuk mengaktifkan proses pembelian yang lebih cepat.


Semoga Bermanfaat ya...
Loket penjualan tiket kereta di Beijing South Railway Station. Siapkan notes mau naik apa, jam berapa, berapa kursi dll, tinggal kasih ke staff (khususnya apabila bahasa menjadi kendala)

Sedikit gambaran bagi teman teman yang hendak melakukan perjalanan dari Beijing ke Shanghai dengan menggunakan high speed train (bullet train). Kalau bentuk kereta nya udah pada tau lah ya, kayak peluru gitu hahahahaha.

Harus jd perhatian khusus, kereta nya sangat tepat waktu, dan station sangat luas. Biar ga buru buru, selalu sediakan waktu lebih biar sempat santai dikit sebelum keberangkatan.
Penampakan 2nd class high speed train (bullet train) G149 dari Beijing ke Shanghai. Bahkan executive taksaka dan Parahyangan masih dibawah nya ini

Tiket naik bullet train G149 dari Beijing ke Shanghai dengan kecepatan kereta sekitar 300km/jam tapi tidak terasa goncang dan getar, dikit doang tapi, baru gerak tiba tiba udah di 100, 200, lalu 300km/jam aja lol


Keretanya nyaman, disediakan air minum juga semacam dispenser dan toiletnya bersih. Ini adalah pengalaman naik di 2nd class, yg mana kenyamanannya udah melebihi executive class di Indonesia. Harganya 553 Yuan dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam dengan jarak tempuh sekitar 1.600km (jarak bolak balik Jakarta Surabaya) kalau ngga salah. Semoga bermanfaat.

Sumber: Harris Harris > BDGroup

Stall halal di wangfujing food street
Hi Mbak Mas. Saya baru balik dari shanghai dan beijing 2 hari lalu berdua saja cewek semua. Ijin sharing pengalaman dan info tentang makanan halal yang barangkali berguna buat teman-teman muslim.

Di shanghai, saya menginap di area bund. Sedikit mahal buat ukuran backpaker tapi lokasinya dekat metro station, the bund, nanjing pedestrian street, rumah makan halal dll. Tinggal jalan kaki aja kemana-mana. Front linernya juga aware soal makanan halal terlebih setelah melihat kami. 
Entah apa nama rumah makannya, ga bisa bacanya. ini rumah makan yang dekat hotel di Beijing

Tanda di lingkaran ijo itu logo halal versi tulisan china. Seandainya lagi kelaparan n ketemu minimarket macam 7eleven nya sana
Porsi makanannya besar-besar. Sarannya sih pesan 1 dulu klo belum tau porsinya seberapa. Apalagi bwt yang makannya dikit seperti kami sepiring itu pas buat berdua. Pengalaman pertama kami beli makan salah porsi sih. Beli 2 porsi ternyata seporsinya bisa buat makan sekampung. Ehehehehe
Info lain darinya yang juga sangat membantu adalah pemesanan tiket kereta ke beijing. Alih-alih ke shanghai railway station, kami diarahkan ke ticket agent yg ternyata tinggal jalan kaki dari hotel. Sekaligus dibantu menuliskan pemesanan tiket dalam tulisan cina karena petugasnya tidak mengerti bahasa inggris sama sekali.

Di beijing kami menginap di area dongsi, dekat wangfujing. Tinggal jalan kaki juga ke subway station, forbidden city dll. dan kebetulan sekali ada rumah makan halal pas di sebelah hotel.

Oia, di wangfujing food street kan ada deretan stall jajanan setempat yang menggoda iman. Ga perlu kwatir, ada juga tuh 2 stall yang halal. Enakkkk, masnya juga ganteng :)


Trus kalau pengen beli oleh-oleh makanan halal, bisa pergi ke supermarket halal di niue jie. Banyak pilihan disana. Rumah makan halal juga buanyaaak.

Sumber: Dennis Lexitria > BDGroup